PALEMBANG -- Jadwal pertemuan pelatih Ivan Kolev dan kelompok suporter Beladas diundur Minggu (14/11). Sebelumnya manajemen SFC dan Ketua Harian Beladas menjadwalkan pertemuan Jumat (12/11), tetapi karena ada urusan teknis maka diundur menjadi Minggu. "Acaranya akan diundur Minggu (14/11), itu sudah menjadi kesepakatan kita bersama," kata Ketua Harian Beladas, Augie Bunyamin, Kamis (11/11). Secara terpisah Kolev memang menyerahkan jadwalnya kepada manajemen dan Beladas untuk mengaturnya. Ia pun sepakat dengan jadwal Minggu nanti. "Saya sepakat saja dan siap kapan saja, selama liburan ini," urai Kolev. Secara terpisah Ketua Sriwijaya Mania Sumsel (SMS), Edi Ismai juga sepakat dengan petemuan Minggu. Ia pun memberikan apresiasi kepada Ivan Kolev yang mau bertemu langsung dengan suporter. "Tentunya akan banyak komunikasi
Target berat bakal di emban oleh pelatih Ivan Venkov Kolev. Pasalnya, pihak manajemen menuntut pelatih kelahiran Sofia, Bulgaria, 14 Juli 1957 ini mampu membawa anak asuhnya berlaga di Liga Champion Asia (LCA). “Jelas, target kami ingin lolos di LCA. Sebab, kami ingin bermain di level tertinggi di Asia ini. Kami tidak ingin memasang target yang tanggung-tanggung,” kata Direktur Teknik dan SDM, PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM), Hendri Zainuddin, kemarin (10/11).Handri menambahkan, selain bisa berlaga di level tertinggi, banyak keuntungan yang bisa di dapat Sriwijaya saat bermain di LCA. Seperti, mampu berkompetisi dengan tim yang kualitasnya seimbang bahkan lebih bagus dari Sriwijaya. Selain itu, laga LCA akan disiarkan langsung oleh telivisi Internasional. Pasti, dengan hal ini Sriwijaya
PALEMBANG - Sriwijaya FC menjadwalkan try out (ujicoba keluar) ke Singapura. Tim-tim elite asal Singapura menjadi tujuan try out Keith Kayamba Gumbs cs seperti Singapore Armed Forces Football (SAFF) dan Gombak United. Sejauh ini pihak manajemen sudah melayangkan surat kepada FAS (Football Assosiation Singapuro (FAS)-PSSI-nya Singapura. Manajemen PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), telah melayangkan permohonan surat Try Out (TO) kepada Football Assosiation Singapore (FAS)-PSSI-nya Singapura. “Surat permohonan ujicoba sudah kami kirimkan ke PSSI. Selanjutnya, PSSI akan menghubungi Federasi Sepakbola Singapura untuk menjadwalkan laga ujicoba tersebut,” ujar Sekretaris PT SOM Faisal Mursyid, Selasa (9/11). Meski demikian SFC belum dapat memastikan kapan ujicoba digelar
Lini depan bakal tak luput dari evaluasi yang di gelar oleh manajemen Sriwijaya FC. Ini setelah, pihak manajemen menilai kinerja lini depan Sriwijaya FC masih belum maksimal. ”Sriwijaya tim hebat, tapi sayang kerja pemain depan kita kurang maksimal. Jumlah gol kita masih kalah dengan kebanyakan tim lain, terlebih Persipura yang sudah mampu mencetak 25 gol,” kata Presiden Sriwijaya FC, Dodi Reza Alex. Maklum, bila manajemen sedikit berang dengan kinerja lini depan Sriwijaya. Ya, meski sudah menjalani enam pertandingan, Laskar Wong Kito masih mandul soal gol. Budi Sudarsono dkk baru mengoleksi enam gol dan kebobolan enam gol. Hasil ini jauh di bawah dari tim-tim yang tidak terlalu menonjol. Seperti Semen Padang yang telah mengoleksi 10 gol, Deltras Sidoarjo, 12 gol, Persema Malang, 13 gol
Yong Jie Mu sedot perhatian publik Sumsel semenjak gabung Sriwijaya FC per 12 Oktober lalu. Dia diharapkan bisa menjadi jelmaan Zah Rahan Krangar yang hijrah ke Persipura Jayapura di Djarum Indonesia Super League (DISL) 2010/2011. Karena itulah pilar asal Tiongkok itu diberi nomor punggung warisan roh serangan Sriwijaya FC musim lalu, yakni 10. Kenyataannya, gelandang kelahiran 6 November 1989 ini masih belum bersinar. Sejak international transfer certificate (ITC) beres per 21 Oktober, hanya main sekali. Itu pun tidak full time. Dia hanya tampil 67 menit kala Sriwijaya FC (SFC) menjamu Persiba Balikpapan (21/10) sebelum akhirnya digantikan Mohammad Rifky. Peluang dia untuk tampil sejatinya terbuka lebar kala Firman Utina terkena akumulasi kartu kuning ketika SFC dijamu Persija